Metodologi

Model menilai dan menjelaskan; kode yang menghitung.

Use Case Points (UCP)

  1. Setiap item WBS untuk setiap role diberi kelas: Simple (bobot 5), Average (10), atau Complex (15), berdasarkan jumlah langkah pekerjaan.
  2. Item di mana role hanya mendukung dihitung sebagian (bawaan 25%).
  3. Ditambah bobot aktor: pihak di luar role yang berinteraksi (sumber data, sistem lain, pengguna).
  4. Disesuaikan dengan faktor teknis (TCF) dan faktor lingkungan tim (EF). Rating bawaan 3 dan hanya diubah dengan bukti.
  5. Poin dikali PHM (jam per poin), dibagi jam per hari, hari per bulan, dan durasi proyek, menjadi FTE rata-rata.

Karner, G. (1993). Resource estimation for objectory projects.

Bottom-up

  1. Hari kerja tiap item diambil dari jadwal WBS.
  2. Agent memperkirakan alokasi FTE yang wajar untuk bebannya, mengikuti panduan alokasi, bukan menyalin jumlah orang yang diminta.
  3. Person-days = hari kerja x alokasi x jumlah. Dijumlahkan per role lalu diubah menjadi FTE.

Dua metode dihitung terpisah. Bila hasilnya sepakat, angkanya lebih dapat dipercaya; bila berbeda, Reviewer Agent memeriksa barisnya.

Membaca hasil

  • FTE rata-rata menggambarkan beban sepanjang periode. FTE puncak adalah bulan tersibuk.
  • Kebutuhan tambahan = kebutuhan total dikurangi talent existing. Inilah yang dibandingkan dengan permintaan.
  • Selaras berarti selisih dengan permintaan berada dalam toleransi (bawaan ±15%).

Skenario bantuan AI

  • Augmentation Agent mengurai tiap baris menjadi tugas dan memetakannya ke pilar skill.
  • Setiap tugas masuk satu kategori tertutup dengan rentang hemat yang konservatif. Persentase berasal dari tabel, bukan dari model.
  • Hasilnya skenario: angka dasar tidak berubah. AI mempercepat tugas tertentu, tanggung jawab peran tetap pada talent.